Kamis, 17 Desember 2009

CATATAN PERJALANAN KE KOTA BARU PULAU LAUT

Selasa, 18 Desember 2007, tidak seperti biasanya, hari itu aktifitasku benar-benar padat. Pekerjaan begitu menggunung. Maklum, mungkin karena tahun 2007 akan segera berakhir, sehingga transaksi keuangan sangat banyak. Ditambah lagi rekan kerjaku dibagian keuangan, bpk. Frizal Iryandi sedang cuti besar. Aku dan Yatmi bekerja ekstra keras menyelesaikan tugas-tugas keuangan.

Sorenya sehabis dari kantor, aku berkemas untuk pergi Banjarmasin, sehubungan esoknya ada urusan dinas dikantor wilayah. Malamnya aku menginap disebuah penginapan sederhana dibilangan Ahmad Yani Banjarmasin.

Rabu, 19 Desember 2007, pukul 08.15 WITA aku sampai di kantor wilayah, dan aku langsung menemui Bpk. Sugeng, senior keuangan di sana untuk mengurus beberapa hal. Siangnya, 10.20 WITA, setelah semua urusan dinas selesai, aku segera ke Pal 6 (sebuah terminal antar kota di Kalsel), untuk kemudian mencari bus tujuan Kota Baru (sebuah pulau disebelah selatan Pulau Kalimantan) untuk sekedar main ke tempat teman, Eko Priyono disana. Agak sedikit kecewa ternyata bus yang dimaksud sudah dicarter jadi mau tidak mau, aku menunggu bus mini jurusan yang sama pada pukul 16.00 WITA. Untuk mengisi waktu, aku pergi ke Duta Mall, satu-satunya mall di Banjarmasin. Tempat favoritku Gramedia, studio 21, dan Solaria.Hingga sore, 15.30 WITA aku kembali ke Pal 6. Tepat pukul 16.00 WITA, bus mini yang kunaiki berangkat meninggalkan Banjarmasin. Jarak ratusan kilo meter aku lalui, dengan kondisi jalan yang sungguh sangat memprihatinkan, terutama didaerah Sungai Danau hingga Batu Licin. Banyak lubang disana sini, dan kondisi jalan banyak yang rusak. Sehingga sangat memperlambat laju bus yang kunaiki. Perut para penumpang seperti dikocok saja rasanya. Untunglah, aku tidak sampai mabuk. Hingga akhirnya malam tiba. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 WITA, dan kondisi perutku teramat sangat lapar. Untunglah Bus mini yang kunaiki mampir kesebuah warung makan. Tapi benar-benar sial, ternyata semua menu makanan sudah habis terjual. Akhirnya aku minta seadanya saja sama pemilik warung. Dan malam itu aku hanya makan nasi keras khas beras Kalimantan dengan telur rebus. Sungguh tidak enak sekali. Tapi karena desakan perut yang minta diisi akhirnya kumakan juga hidangan sangat sederhana sekali itu. Hingga akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali. Jam 01.00 WITA dini hari bus sampai di Fery penyeberangan. 30 menit lamanya kami menyebrang laut yang memisahkan Kalimantan dengan Kota baru Pulau Laut. Ketika sesampainya diseberang ternyata Bus mini yang kunaiki bannya gembes. Akhirnya kami harus menunggu beberapa lama untuk mengganti ban. Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan. Pukul 02.30 WITA dini hari akhirnya aku sampai di PLN Cabang Kota Baru, tempat janjian aku ketemu sama Eko. Ketika aku turun dari bus, benar saja kulihat Eko sudah menunggu untuk menjemputku. Aku sampai dirumah kontrakan Eko, cukup besar, bersih dan rapih. Karena kecapean aku langsung terlelap tidur.

Keesokan paginya, aku bangun, mandi, Subuh dan persiapan berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Dengan diboncengkan Mega Pro oleh Eko, aku pergi kemasjid. Sebuah masjid milik pondok pesantren yang cukup megah dan berada diatas bukit sehingga bisa melihat laut yang memisahkan Kalimantan dengan Kota Baru. Ada yang lucu ketika aku melaksanakan Sholat Ied. Imam pada rakaat kedua lupa takbir 5X, dia langsung baca Fatehah dan suratan pilihan. Pada saat pembacaan suratan pilihan itu dia tersadar kalau belum takbir 5X. Si Imam langsung takbir 5X dan kembali mengulang membaca Fatehah dan suratan sampai selesai salam. Tiba-tiba ada seorang tokoh mengambil mic dan berbicara bahwa kalau kita membaca Fatehah 3X berarti menambah rukun, yang artinya membuat tidak syahnya shalat, dan dia meminta sholat diulang dan dia sebagai imamnya. Si Tokoh ini mengambil posisi imam. Solat Ied pun di ulang lagi. Herannya dirokaat kedua dia hampir saja melakukan kesalahan yang sama. Untunglah dia langsung ingat, sebelum kata bismillah terucap dengan sempurna, dia langsung takbir hingga akhirnya salam. Aku sangat menyayangkan, kenapa pada imam pertama tadi pada saat terjadi kesalahan tidak ada makmum yang mengingatkan, terutama makmum yang posisinya tetap dibelakang imam. Setelah selesai sholat dan berganti baju, aku pergi ke Kantor PLN cabang Kota Baru untuk membantu panitia penyembelihan hewan kurban. Kebetulan Eko termasuk salah satu panitianya.3 Sapi dan 3 kambing disembelih.

Sorenya, aku diajak Eko jalan jalan mengelilingi perkotaan disana, termasuk pantai-pantainya. Malamnya aku juga diajak jalan ke Siring. Pasangan anak muda tumpah ruah desiring itu. Mereka menikmati malam dipantai dengan pasangannya sambil menikmati makanan dan minuman yang dijual di siring itu.

Keesokan harinya, Jumat, 21 Desember 2007 aku pulang menuju Asam Asam. Jam 08.00 WITA berangkat dan sampai rumah pukul 14.30 WITA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar